{
    "title": "Indeks Pembangunan Gender",
    "props": {
        "ind_data": {
            "id_indikator": "344",
            "nama_indikator": "Indeks Pembangunan Gender",
            "definisi_operasional": "Angka yang digunakan untuk mengukur ketidakadilan atau ketimpangan bagi laki-laki dan perempuan dalam pencapaian hasil pembangunan pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup.",
            "level": "1",
            "id_main_indikator": null,
            "id_skpd": "29",
            "nama_keluaran": "IKD",
            "id_satuan": "60",
            "id_akses": "1",
            "id_periodik": "1",
            "metadata": [
                {
                    "id_metadata": "9",
                    "nama_metadata": "Konsep",
                    "key_metadata": "konsep",
                    "keterangan": "Ide yang mendasari data dan tujuan data tersebut diproduksi",
                    "status": "1",
                    "timestamp": "2022-12-13 08:54:10",
                    "value": "Indeks Pembangunan Gender (IPG) adalah sebuah indikator yang digunakan untuk mengukur kesenjangan antara pria dan wanita dalam beberapa dimensi penting pembangunan, seperti kesehatan, pendidikan, dan partisipasi ekonomi. IPG dirancang untuk mengukur ketidaksetaraan gender dalam pencapaian manusia dan untuk memantau kemajuan dalam mencapai kesetaraan gender.  Konsep operasional Indeks Pembangunan Gender melibatkan beberapa langkah:  1. Pemilihan Indikator : Diperlukan pemilihan indikator yang mencerminkan dimensi-dimensi yang relevan untuk kesetaraan gender. 2. Normalisasi Data Setelah indikator dipilih, data harus dinormalisasi agar dapat dibandingkan dengan mudah. Normalisasi sering melibatkan mengubah data mentah menjadi angka indeks dengan skala tertentu (misalnya, 0 hingga 1) untuk setiap indikator. 3. Pemberian Bobot : Setelah normalisasi, bobot diberikan pada masing-masing indikator untuk menggambarkan relatifnya pentingnya setiap dimensi dalam indeks. . 4. Perhitungan Indeks : Indeks Pembangunan Gender dihitung dengan menggabungkan indikator yang dinormalisasi dengan bobot yang diberikan pada masing-masing indikator 5. Interpretasi : Hasil IPG menunjukkan sejauh mana kesenjangan gender dalam dimensi-dimensi tertentu. "
                },
                {
                    "id_metadata": "13",
                    "nama_metadata": "Metodologi",
                    "key_metadata": "metodologi",
                    "keterangan": "Tahapan dalam pengumpulan data dan rumus\/formula yang digunakan dalam perhitungan",
                    "status": "1",
                    "timestamp": "2023-01-09 04:03:12",
                    "value": "Indeks Pembangunan Gender (IPG) adalah alat yang digunakan untuk mengukur kesenjangan antara pria dan wanita dalam hal pembangunan manusia. IPG mencoba untuk merefleksikan kesenjangan gender dalam tiga dimensi utama: kesehatan, pendidikan, dan partisipasi ekonomi. Metodologi operasional IPG dapat bervariasi tergantung pada organisasi atau lembaga yang menggunakannya, tetapi umumnya terdiri dari beberapa langkah kunci:  1. Pemilihan Indikator: Indikator yang tepat harus dipilih untuk mewakili setiap dimensi kesehatan, pendidikan, dan partisipasi ekonomi.  2. Normalisasi Data : Data yang dikumpulkan harus dinormalisasi sehingga dapat dibandingkan dengan mudah. 3. Penentuan Bobot : Setelah indikator dipilih, bobot diberikan untuk setiap indikator dalam masing-masing dimensi.  4. Perhitungan Subindeks: Indikator yang dinormalisasi dan diberi bobot dikombinasikan untuk menghitung subindeks dalam masing-masing dimensi (kesehatan, pendidikan, partisipasi ekonomi).  5. Perhitungan IPG:  Setelah subindeks dihitung, mereka digabungkan untuk menghitung nilai akhir Indeks Pembangunan Gender.  6. Interpretasi Hasil : Setelah IPG dihitung, hasilnya diinterpretasikan untuk memberikan wawasan tentang tingkat kesenjangan gender dalam pembangunan manusia. 7. Pelaporan dan Penggunaan : Hasil IPG dapat digunakan untuk menyusun laporan dan analisis kebijakan. Informasi ini dapat digunakan untuk merumuskan strategi pembangunan yang lebih inklusif dan merata antara gender.  "
                },
                {
                    "id_metadata": "14",
                    "nama_metadata": "Teknik Pengumpulan",
                    "key_metadata": "teknik_pengumpulan",
                    "keterangan": "Teknik yang digunakan survei atau kompilasi data (pilih salah satu)",
                    "status": "1",
                    "timestamp": "2023-01-09 04:04:26",
                    "value": "kompilasi data"
                },
                {
                    "id_metadata": "15",
                    "nama_metadata": "Nomor Romantik",
                    "key_metadata": "nomor_romantik",
                    "keterangan": "Pengesahan BPS atas data yang diajukan di Aplikasi Romantik BPS",
                    "status": "1",
                    "timestamp": "2023-01-09 04:05:30",
                    "value": "K-23.3517.036"
                },
                {
                    "id_metadata": "16",
                    "nama_metadata": "Nomor SDSN",
                    "key_metadata": "nomor_sdsn",
                    "keterangan": "",
                    "status": "1",
                    "timestamp": "2023-07-07 16:07:57",
                    "value": "33210001"
                }
            ],
            "id_konfirmasi": "198",
            "timestamp": "2025-07-15 08:56:34",
            "nama_skpd": "Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dan PPPA",
            "kode_referensi": "415.38",
            "nama_satuan": "Poin",
            "nama_periodik": "Tahunan",
            "nama_akses": "Data Terbuka",
            "status_konfirmasi": "1",
            "alasan": null,
            "konsep": "Indeks Pembangunan Gender (IPG) adalah sebuah indikator yang digunakan untuk mengukur kesenjangan antara pria dan wanita dalam beberapa dimensi penting pembangunan, seperti kesehatan, pendidikan, dan partisipasi ekonomi. IPG dirancang untuk mengukur ketidaksetaraan gender dalam pencapaian manusia dan untuk memantau kemajuan dalam mencapai kesetaraan gender.  Konsep operasional Indeks Pembangunan Gender melibatkan beberapa langkah:  1. Pemilihan Indikator : Diperlukan pemilihan indikator yang mencerminkan dimensi-dimensi yang relevan untuk kesetaraan gender. 2. Normalisasi Data Setelah indikator dipilih, data harus dinormalisasi agar dapat dibandingkan dengan mudah. Normalisasi sering melibatkan mengubah data mentah menjadi angka indeks dengan skala tertentu (misalnya, 0 hingga 1) untuk setiap indikator. 3. Pemberian Bobot : Setelah normalisasi, bobot diberikan pada masing-masing indikator untuk menggambarkan relatifnya pentingnya setiap dimensi dalam indeks. . 4. Perhitungan Indeks : Indeks Pembangunan Gender dihitung dengan menggabungkan indikator yang dinormalisasi dengan bobot yang diberikan pada masing-masing indikator 5. Interpretasi : Hasil IPG menunjukkan sejauh mana kesenjangan gender dalam dimensi-dimensi tertentu. ",
            "metodologi": "Indeks Pembangunan Gender (IPG) adalah alat yang digunakan untuk mengukur kesenjangan antara pria dan wanita dalam hal pembangunan manusia. IPG mencoba untuk merefleksikan kesenjangan gender dalam tiga dimensi utama: kesehatan, pendidikan, dan partisipasi ekonomi. Metodologi operasional IPG dapat bervariasi tergantung pada organisasi atau lembaga yang menggunakannya, tetapi umumnya terdiri dari beberapa langkah kunci:  1. Pemilihan Indikator: Indikator yang tepat harus dipilih untuk mewakili setiap dimensi kesehatan, pendidikan, dan partisipasi ekonomi.  2. Normalisasi Data : Data yang dikumpulkan harus dinormalisasi sehingga dapat dibandingkan dengan mudah. 3. Penentuan Bobot : Setelah indikator dipilih, bobot diberikan untuk setiap indikator dalam masing-masing dimensi.  4. Perhitungan Subindeks: Indikator yang dinormalisasi dan diberi bobot dikombinasikan untuk menghitung subindeks dalam masing-masing dimensi (kesehatan, pendidikan, partisipasi ekonomi).  5. Perhitungan IPG:  Setelah subindeks dihitung, mereka digabungkan untuk menghitung nilai akhir Indeks Pembangunan Gender.  6. Interpretasi Hasil : Setelah IPG dihitung, hasilnya diinterpretasikan untuk memberikan wawasan tentang tingkat kesenjangan gender dalam pembangunan manusia. 7. Pelaporan dan Penggunaan : Hasil IPG dapat digunakan untuk menyusun laporan dan analisis kebijakan. Informasi ini dapat digunakan untuk merumuskan strategi pembangunan yang lebih inklusif dan merata antara gender.  ",
            "teknik_pengumpulan": "kompilasi data",
            "nomor_romantik": "K-23.3517.036",
            "nomor_sdsn": "33210001",
            "urusan": [
                {
                    "id_ur_in": "1665",
                    "id_urusan": "7",
                    "nama_urusan": "Pemberdayaan Perempuan",
                    "keterangan": null
                },
                {
                    "id_ur_in": "1666",
                    "id_urusan": "8",
                    "nama_urusan": "Perlindungan Anak",
                    "keterangan": null
                }
            ],
            "keluaran": [
                {
                    "id_ur_in": "249",
                    "id_keluaran": "1",
                    "nama_keluaran": "IKD",
                    "keterangan": "Indeks K D"
                }
            ],
            "data": [
                {
                    "nama_tahun": "2021",
                    "id_data": "1473",
                    "id_indikator": "344",
                    "id_verifikasi": "1265",
                    "data_angka": "90.23",
                    "data_file": null,
                    "timestamp": "2022-12-28 01:40:17",
                    "status_verifikasi": "1",
                    "keterangan": "",
                    "tahun": "2021",
                    "status_data": "final"
                },
                {
                    "nama_tahun": "2022",
                    "id_data": "10818",
                    "id_indikator": "344",
                    "id_verifikasi": "10271",
                    "data_angka": "90.51",
                    "data_file": null,
                    "timestamp": "2024-03-21 09:21:27",
                    "status_verifikasi": "1",
                    "keterangan": "",
                    "tahun": "2022",
                    "status_data": "final"
                },
                {
                    "nama_tahun": "2023",
                    "id_data": "10817",
                    "id_indikator": "344",
                    "id_verifikasi": "10272",
                    "data_angka": "71.32",
                    "data_file": null,
                    "timestamp": "2026-02-04 08:47:39",
                    "status_verifikasi": "1",
                    "keterangan": "",
                    "tahun": "2023",
                    "status_data": "final"
                },
                {
                    "nama_tahun": "2024",
                    "id_data": "11190",
                    "id_indikator": "344",
                    "id_verifikasi": "11531",
                    "data_angka": "90.65",
                    "data_file": null,
                    "timestamp": "2024-09-26 09:41:31",
                    "status_verifikasi": "1",
                    "keterangan": "",
                    "tahun": "2024",
                    "status_data": "final"
                },
                {
                    "nama_tahun": "2025",
                    "id_data": "18147",
                    "id_indikator": "344",
                    "id_verifikasi": "16689",
                    "data_angka": "70",
                    "data_file": "",
                    "timestamp": "2026-01-21 03:00:06",
                    "status_verifikasi": "1",
                    "keterangan": "",
                    "tahun": "2025",
                    "status_data": "sementara"
                }
            ]
        },
        "sub_data": {
            "subs": [],
            "count": 0
        },
        "tahun": [
            {
                "id_tahun": "4",
                "nama_tahun": "2021",
                "keterangan": "",
                "status": "1",
                "input_lock": "1",
                "timestamp": "2023-11-03 10:56:01"
            },
            {
                "id_tahun": "5",
                "nama_tahun": "2022",
                "keterangan": "",
                "status": "1",
                "input_lock": "1",
                "timestamp": "2023-11-03 10:56:00"
            },
            {
                "id_tahun": "8",
                "nama_tahun": "2023",
                "keterangan": "Tahun 2023",
                "status": "1",
                "input_lock": "1",
                "timestamp": "2024-02-13 15:55:40"
            },
            {
                "id_tahun": "11",
                "nama_tahun": "2024",
                "keterangan": "Tahun 2024",
                "status": "1",
                "input_lock": "1",
                "timestamp": "2025-08-27 07:56:17"
            },
            {
                "id_tahun": "12",
                "nama_tahun": "2025",
                "keterangan": "",
                "status": "1",
                "input_lock": "1",
                "timestamp": "2025-11-27 11:56:09"
            }
        ]
    }
}