Cakupan anggota Bina Keluarga Balita (BKB) ber-KB
| # | Nama Indikator | Tahun | Satuan | Sumber Data | ||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 2021 | 2022 | 2023 | 2024 | 2025 | ||||
| 1. | Cakupan anggota Bina Keluarga Balita (BKB) ber-KB |
78,53 |
90,97 |
100 |
100 |
100 |
Persen | Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dan PPPA |
| Isi | Deskripsi |
|---|---|
| Kode | 415.38.370 |
| Nama | Cakupan anggota Bina Keluarga Balita (BKB) ber-KB |
| Definisi | Cakupan anggota Bina Keluarga Balita (BKB) ber-KB |
| Produsen Data | Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dan PPPA |
| Satuan | Persen |
| Urusan | Pengendalian Penduduk dan Keluarga Bencana |
| Konsep | Bina Keluarga Balita (BKB) adalah salah satu program yang dijalankan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Indonesia.Berikut adalah konsep cakupan anggota Bina Keluarga Balita (BKB) ber-KB: 1. Identifikasi Keluarga Balita: Pada tahap awal, keluarga dengan anak balita diidentifikasi dan didaftarkan sebagai peserta program BKB. 2. Pendampingan dan Pendidikan: Setelah keluarga terdaftar, para peserta program akan mendapatkan pendampingan dan pendidikan dari petugas atau fasilitator BKB. 3. Peningkatan Kesadaran Ber-KB: Selain fokus pada perawatan dan pendidikan anak balita, program BKB juga memiliki tujuan untuk meningkatkan kesadaran orang tua tentang pentingnya perencanaan keluarga. 4. Pemilihan Metode KB: Melalui program BKB, keluarga diajak untuk memilih metode kontrasepsi yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi mereka. 5. Pemantauan dan Evaluasi: Proses cakupan anggota BKB ber-KB dilakukan secara berkesinambungan. 6. Kemitraan dengan Pihak Terkait: BKB juga melibatkan kemitraan dengan pihak-pihak terkait seperti pelayanan kesehatan, pendidikan, dan lembaga masyarakat. 7. Promosi Kesejahteraan Keluarga: Selain fokus pada aspek kesehatan dan perencanaan keluarga, program BKB juga berupaya meningkatkan kesejahteraan keluarga secara keseluruhan melalui berbagai pendekatan, seperti pelatihan keterampilan ekonomi bagi orang tua, advokasi hak-hak keluarga, dan pemberdayaan perempuan. |
| Metodologi | Metodologi cakupan anggota Bina Keluarga Balita (BKB) ber-KB (Bina Keluarga Balita berencana) adalah suatu pendekatan atau strategi yang digunakan untuk memastikan bahwa program BKB ber-KB mencapai dan memberikan manfaat kepada sebanyak mungkin keluarga balita dalam rangka mendorong perencanaan keluarga. Berikut adalah beberapa langkah yang umumnya dilakukan dalam metodologi cakupan anggota BKB ber-KB: 1. Identifikasi Target Keluarga Balita: Identifikasi dan pemilihan keluarga balita yang memenuhi kriteria untuk bergabung dalam program BKB ber-KB. 2. Sosialisasi dan Pendidikan: Tim BKB ber-KB melakukan sosialisasi dan pendidikan kepada keluarga balita tentang manfaat perencanaan keluarga, metode kontrasepsi yang tersedia, pentingnya mengontrol jumlah anak, serta dampak positifnya terhadap kesejahteraan keluarga dan anak. 3. Pendekatan Terpadu: Metodologi cakupan BKB ber-KB umumnya melibatkan pendekatan terpadu dengan sejumlah bidang, seperti kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi. 4. Kunjungan Rumah: Tim BKB ber-KB melakukan kunjungan langsung ke rumah-rumah anggota target untuk memberikan informasi lebih lanjut tentang program. 5. Pemantauan dan Evaluasi: Melakukan pemantauan secara berkala terhadap kemajuan anggota keluarga yang mengikuti program BKB ber-KB. 6. Kemitraan dan Kolaborasi: Bekerjasama dengan berbagai lembaga dan organisasi terkait, seperti pusat kesehatan, lembaga pendidikan, dan organisasi masyarakat, untuk memperluas jangkauan program BKB ber-KB dan memaksimalkan manfaatnya. |
| Teknik Pengumpulan | Kompilasi Data |
| Nomor Romantik | K-23.3517.036 |
| Nomor SDSN | - |
API Link